Thursday, September 20, 2007
Ramadan Bulan Kebajikan
Ramadan Bulan Kebajikan
BULAN Ramadan memiliki banyak nama, sebutan, atau gelar, yang menunjukkan keistimewaannya di banding bulan-bulan lain. Di antara nama, sebutan, dan gelar itu, sebagian besar mengandung makna kebajikan, dan kemurahan. Sebutlah Syahrul Muwassah (Bulan memberikan pertolongan kepada yang berhajat) dan Syahrul Jud (Bulan memberikan kebajikan kepada sesama manusia, terutama fakir miskin). Tegasnya pada bulan Ramadan, setiap orang beriman yang menjalankan saum, dianjurkan bermurah tangan kepada orang lain.
Hal-hal di atas, tersurat dalam sebuah hadits yang menyatakan, Rasulullah saw berbicara (khutbah) di hadapan para sahabat pada hari terakhir bulan Syakban, "Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar dan penuh keberkahan. Yaitu bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang bernilai lebih dari seribu bulan. Bulan yang telah Allah SWT jadikan puasa-Nya suatu ibadah wajib, dan bangun di malam harinya suatu sunnah. Barang siapa mendekatkan dirinya kepada Allah, dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, sama dengan orang yang menunaikan suatu ibadah wajib di bulan lain. Dan barang siapa menunaikan ibadah wajib di bulan Ramadan, sama dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh ibadah wajib di bulan lain. Ramadan adalah bulan sabar, sedangkan pahala sabar adalah surga. Ramadan adalah bulan memberikan pertolongan, dan bulan Allah menambah rezeki para Mumin. Barang siapa memberi makanan untuk berbuka, kepada seseorang yang saum, menjadi pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari api neraka. Orang yang memberi makanan berbuka puasa, mendapat pahala seperti orang yang mengerjakan puasa tanpa sedikit pun berkurang."
Para sahabat bertanya mengenai apa saja yang patut diberikan kepada orang berpuasa, karena kebanyakan mereka tak punya makanan apa-apa. Jawab Rasulullah saw, "Allah memberi pahala tersebut kepada orang yang memberikan sebutir kurma, seteguk air, atau sehirup susu. Ramadan permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka. Barang siapa meringankan beban hamba sahaya, niscaya Allah mengampuni dosa dan memerdekakannya dari neraka. Karena itu perbanyaklah empat perbuatan pada bulan Ramadan. Dua perbuatan untuk menyenangkan Allah, yaitu mengakui tak ada Rabb selain Allah dan memohon ampun kepada-Nya. Dua perbuatan lagi untuk memenuhi kebutuhan kalian. Yaitu memohon pahala surga dan perlindungan dari siksa neraka. Barang siapa memberi minum kepada orang berpuasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari Al Haud (telaga Nabi saw di akhirat), dengan suatu minuman yang tidak akan membuat kalian haus lagi sesudahnya sehingga ia masuk ke surga" (riwayat Ibnu Khuzaimah dari Salman al Farisi).
Anjuran kebajikan yang disertai janji-janji pahala dan penghindaran siksa, sepatutya dipahami oleh kita yang sedang menjalankan ibadah saum Ramadan. Dilaksanakan sebaik mungkin sebagai bagian dari keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Di tengah kesulitan mayoritas anak bangsa, saum Ramadan merupakan momentum bagi setiap dan semua umat Islam yang beriman dan suka beramal saleh untuk meraup keuntungan immaterial. Keuntungan moral, mental, dan rohani.
Allah SWT mewajibkan saum Ramadan kepada orang-orang beriman (Q.S. Albaqarah: 183), telah meletakkan fondasi yang kokoh untuk menabur pahala. Dan memberi kesempatan kepada setiap orang beriman untuk meraihnya. Begitu besar pahala yang dianugrahkan-Nya, mulai dari kehadiran "Malam Seribu Bulan (Lailatul Qadar), pelipatgandaan ganjaran (tujuh puluh kali), penambahan rezeki, ampunan dosa, dan kemerdekaan dari siksa api neraka bagi yang memberikan makanan kepada orang berbuka. Padahal jenis atau ukuran faththara fihi shaiman (makanan untuk berbuka) itu tidak mewah atau berlebihan. Sekadar seteguk air, sebutir kurma, atau sehirup susu.
Di tengah masyarakat yang sedang dilanda kegelisahan jiwa, akibat pengaruh pola kehidupan konsumeristis, materialistis, dan hedonistis, sering terjadi banyak makanan terbuang percuma. Sisa pesta dan hura-hura bertumpuk-tumpuk masuk ke tong sampah. Sementara di pihak lain, amat banyak sekali orang yang tak menemukan sesuap nasi selama berhari-hari. Kesenjangan sosial semacam ini, insya Allah dapat diatasi oleh sikap rendah hati umat Islam yang beriman, yang ikhlas mengikuti jejak sunnah Rasulullah saw.
Saum Ramadan 1428 selayaknya dijadikan kesempatan emas untuk setiap Muslim beriman menggapai derajat takwa. Yaitu dengan melaksanakan segala perintah Allah SWT dan Rasul-Nya dalam aspek ibadah mahdlah (ritual) dan aspek ibadah ghair mahdlah (sosial). Rasulullah saw telah menjamin kesuksesan hidup lahir batin dunia akhirat bagi orang yang mampu dan mau menjalankan kedua jenis ibadah yang saling bertautan berjalin berkelindan satu sama lain itu. Terutama pada bulan Ramadan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari siksa neraka
Labels:
artikal islam,
informasi,
kesihatan,
koleksi artikel,
panduan,
tazkirah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment